Merupakan salah satu ulama yang diakui sebagai pakunya tanah Banten seorang ulama yang terdaftar dalam jajaran Mustasyar PBNU, beliau adalah seorang putra dari Abuya Dimyati Cidahu Pandeglang ayahnya merupakan seorang waliyullah yang sangat masyhur tak hanya di nusantara namun juga dunia internasional.
Pernah suatu ketika Abuya Dimyati dipenjarakan oleh salah satu partai politik namun anehnya ketika Abuya Dimyati di dalam penjara semua penjaga lapas selalu merasakan hal yang aneh seperti muntah-muntah, sakit perut dan buang air besar terus-menerus, atas kejadian tersebut kemudian dalam jangka waktu singkat Abuya Dimyati dibebaskan dari penjara.
Abuya Muhtadi merupakan sosok ulama kharismatik yang mempunyai banyak karomah, banyak murid-muridnya yang secara langsung melihat karomah beliau, salah satunya yang terkait dengan Banjir sekitar daerah Serang belakangan ini yang menghanyutkan banyak korban bangunan toko besar dan barang-barang berharga lainnya.
Sebelum terjadi banjir besar di Serang malam harinya Abuya Muhtadi melakukan ritual dzikir yang cukup lama Setelah usai dikira beliau keluar lalu berkata pada orang-orang yang berada di situ " Banten sudah tidak dapat tahan lagi oleh saya" orang-orang yang berada di tempat tersebut bingung apa maksud Abah Muhtadi, apa yang akan terjadi dengan banten, biasanya kalau Abah berkata begitu tak lama lagi akan ada hal besar yang akan terjadi di Tanah Banten, benar saja esokan harinya sekitar waktu subuh Banten berduka khususnya yang berada di daerah Serang dan sekitarnya terjadi banjir besar yang luar biasa.
0 Komentar