Syekh Kholil dididik dengan sangat ketat oleh ayahnya. Mbah Kholil kecil memiliki keistimewaan yang haus akan ilmu, terutama ilmu Fikih dan nahwu. Bahkan ia sudah hafal dengan baik 1002 bait nadzam Alfiyah Ibnu Malik sejak usia muda.
Setelah dididik, orang tua Mbah Kholil kecil kemudian mengirimnya ke berbagai pesantren untuk menimba ilmu. Mengawali pengembaraannya, Mbah Kholil muda belajar kepada Kiai Muhammad Nur di Pondok Pesantren Langitan, Tuban, Jawa Timur. Dari Langitan ia pindah ke Pondok Pesantren Cangaan, Bangil, Pasuruan. Kemudian ke Pondok Pesantren Keboncandi. Selama belajar di Pondok Pesantren ini beliau belajar pula kepada Kiai Nur Hasan yang menetap di Pondok Pesantren Sidogiri, 7 kilometer dari Keboncandi. Di setiap perjalanannya dari Keboncandi ke Sidogiri, ia tak pernah lupa membaca Surat Yasin.
Sewaktu menjadi santri, Mbah Kholil telah menghafal beberapa matan, seperti Matan Alfiyah Ibnu Malik. Di samping itu ia juga merupakan seorang Hafidz Al-Quran dan mampu membaca Al-Qur’an dalam Qira'at Sab'ah.
Saat usianya mencapai 24 tahun setelah menikah, Mbah Kholil memutuskan untuk pergi ke Makkah. Utuk ongkos pelayaran bisa ia tutupi dari hasil tabungannya selama nyantri di Banyuwangi, sedangkan untuk makan selama pelayaran, konon Mbah Kholil berpuasa. Hal tersebut dilakukannya bukan dalam rangka menghemat uang, akan tetapi untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah agar perjalanannya selamat.
Al-Matnus Syarif Sesuai namanya, kitab Al-Matnus Syarif al-Mulaqqab bi Fat-hil Latif ini merupakan kitab matan (inti) yang berbicara mengenai fundamen dasar hukum Islam (ilmu fiqih). Yang menarik dari kitab setebal 52 halaman ini, adalah bukan hanya karena kemasyhuran penulisnya, melainkan kitab ini telah menampilkan landscape keilmuan yang selama ini terkesan rumit, menjadi demikian lugas dan mudah dipahami. Ini nama-nama kitab yang ditulis sendiri oleh tangan beliau, Al-Allamah Syaikhona Muhammad Kholil bin Abdullathif Bangkalan, yang Alhamdulillah telah berhasil kami kumpulkan:
1. Risalah Fi Fiqh al Ibadat (13 Ramadlan 1308 H)
2. Risalah Isti'dadul Maut (3 Dzulqodah 1309 H)
3. Taqrirat Alfiyah Ibnu Malik (Dzulqodah 1311 H)
4. Taqrirat nadzam Nuzhatut Thullab fi Qowaidil I'rob (1315 H)
5. Nadzam Jauharatul lyan li Ahlil Irfan (1315 H)
6. Nadzam Maqsud fi As-shorf (Jumat 5 Muharram 1316 H)
7. Risalah Khutbah (Jumat 19 Ramadlan 1323 H)
8. Matn Al Ajurumiyah (makna dan taqrir)
9. Al-bina' (makna)
10. Tasrif al Izzi (makna dan taqrir)
11. Maulid Hubbi lis Sayyidina Muhammad (makna)
12. Maulid Barzanji (makna)
13. Al-Awamil (nahwu/makna)
14. Terjemah al-Qur'an al-Karim (makna jawa)
Syekh Kholil pernah berguru kepada beberapa ulama, di antaranya:
K.H. Abdul Lathif (Ayahnya)
K.H. Muhammad Nur di Pondok Pesantren Langitan, Tuban
K.H. Nur Hasan di Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan
Syekh Nawawi al-Bantani di Mekkah
Syekh Utsman bin Hasan Ad-Dimyathi
Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan di Mekkah
Syeikh Mustafa bin Muhammad Al-Afifi Al-Makki di Mekkah
Syeikh Abdul Hamid bin Mahmud Asy-Syarwani di Mekkah
0 Komentar