Biodata Singkat Salman Abdullah Tanjung


 

Salman Abdullah Tanjung

Salman Abdullah Tanjung, lahir di desa Sibanggor Julu, pada tanggal 10 Maret 1972, sesuai data dan dokumen milik pribadi mulai dari SD. Nama yang diberikan kedua orang tua adalah Salman, sedangkan Abdullah nama ayah kandung, Tanjung marga turun- temurun dari kakek-kakek pendahulu. Cerita orang tua marga tanjung yang ada di Mandailing asli berasal (Walluhu A’lam) dari Sibolga atau dari Pandan.

Semenjak umur 6 tahun belajar membaca Al- Quran metode al-Bagdadi pada ibu kandung di rumah. Sudah menjadi tradisi di kampung halaman, mengaji Al- Quran di rumah sendiri menjadi suatu keharusan dalam masyarakat. Kesepuluh bersaudara belajar membaca Al- Quran di rumah.

Juga sudah menjadi kebiasaan di kampung, bagi anak-anak yang sudah duduk di Sekolah Dasar (SD), Pandai baca Al-Quran dengan baik merupakan satu keharusan pada setiap keluarga, rata-rata umur 7 tahun bagi laki-laki sudah disunnah Rasul, sebab umur tujuh tahun anak-anak sudah termotivasi untuk melaksanakan salat lima waktu dan mampu berwudu dan thaharah. Bagi yang tidak pandai salat atau tidak mampu membaca Al-Quran merupakan satu aib dan tolak ukur bagi agama seseorang.

Pendidikan untuk tingkat Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah, ia tekuni di Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru. Pada 27 September 1992 merantau ke Malaysia, setelah sebelumnya selama 7 bulan menjadi perantau di tanah Jawa, tepatnya di Kota Bogor. Setelah menjadi pendatang di Malaysia selama satu bulan, sebagai pemilik visa visit, kemudian di tanggal 24 Oktober 1992, berangkat ke Singapura untuk mencari pekerjaan. Namun, keadaan di Singapura jauh lebih sulit untuk mendapat pekerjaan.

Akhirnya memutuskan kembali ke Malaysia dengan visa visit selama dua pekan saja. Setelah visa dua pekan habis, maka kedudukan di Malaysia menjadi pendatang haram (illegal) selama lebih kurang satu tahun setengah. Dalam kurun waktu itu dimanfaatkan untuk bekerja di Masjid Besar Sulthan Salahuddin Abdul Aziz, Syah Alam, Selangor Malaysia sampai tanggal 13 Juli 1993, sebagai cleaning servis dengan harapan dapat mengumpulkan uang, agar dapat menuntut ilmu di Damascus Syria.46

Pada tanggal 27 Juli 1993 melakukan perjalanan menuju Yordania dan transit selama dua pekan di Kota Amman Yordania, yaitu sampai tanggal 10 Agustus 1993.

Setelah memperoleh visa visit dari kedutaan Syria di Amman, Yordania. Pada tanggal 10 Agustus 1993 take up menuju Syria dan sampai ke Bandara Internasional Damascus pada tanggal yang sama pada malam hari dan menetap di Syria dengan tujuan menuntut ilmu agama, yaitu sampai tanggal 01 Agustus 1997.

Selama lima tahun lebih menetap di Syria, juga pernah melakukan perjalanan ke Amman Yordania pada tanggal 01 Agustus 1996 dan kembali ke Syria pada 06 Agustus 1996.

07 Maret 1997 menuju Jeddah bertugas sebagai petugas haji resmi (Bi’tsatul Hajj) dikenal juga dengan sebutan Tenaga Musim (TEMUS) sekaligus melaksanakan haji untuk pertama kalinya. Menuju Jeddah ditempuh melalui jalan darat via Yordania, sampai di perbatasan Yordania dan Arab Saudi pada tanggal yang sama 07 Maret 1997.

Setelah sampai di Jeddah, menetap di kota Jeddah selama tiga bulan setengah yaitu, dari tanggal 07 atau 08 Maret 1997 sampai kembali ke Syria melalui Yordania pada tanggal 22 Mei 1997. Sampai di Syria pada tanggal 23 Mei 1997 dan menetap kembali di Damascus- Syria sampai tanggal 10 Agustus 1997 atau sekitar tiga bulan.47

Pemikiran awalnya yang terpenting dapat berangkat ke Tanah Arab, mutlak menuntut ilmu agama, tidak terpikir atau berniat untuk mengikuti jenjang (kualifikasi) akademik, yang penting mampu membaca kitab Arab, atau yang kita kenal dengan kitab kuning.

Namun, karena dorongan bathin dan masih ingin menuntut ilmu dan mencari pengalaman, di samping tuntutan zaman, maka memutuskan untuk berangkat ke tanah Hindustan India untuk melanjutkan perkuliahan, dan yang dituju adalah Kota Lucknow, yang mana di kota ini ada perguruan tinggi Islam yang cukup besar dan istimewa yaitu Nadwatul Ulama Daar

al-Uloom Lucknow. Penulis pun menetap di sana lebih kurang selama empat tahun.

Pada tanggal 10 Agustus 1997 menuju India untuk menjajaki perkuliahan yang di tuju ke Perguruan Tinggi Islam Nadwat Ulama Lucknow, menetap di India sampai 24 September 1997.

Tanggal 25 September 1997 sampai ke tanah air melalui Bandara Polonia Medan, bertujuan untuk mengambil visa pelajar agar dapat belajar di India, dari tanggal 25 September 1997 tersebut menetap di kampung halaman sampai dapat memperoleh visa. Ternyata untuk memperoleh visa student sangat sulit di Konsulat India Medan, sehingga menunggu cukup lama dan menetap di kampung sampai tanggal 11 April 1998.

Pada tanggal 11 April 1998 menuju India via Malaysia dan transit di Kuala Lumpur, 12 April 1998 bertolak ke India dan menetap di India sebagai pelajar/mahasiswa di Nadwat Ulama Lucknow sampai selesai kulliah strata dua (S.2)-(12 Januari 2002)50.

Pada tanggal 14 Januari 2002 meninggalkan New Delhi India menuju tanah suci Makkah untuk melaksanakan haji sebagai pembimbing haji (Bi’tsatul Hajj) untuk kedua kalinya. Pada tanggal 14-15 Januari 2002 via Syria dan kembali transit dan sempat singgah di Sekretariat Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Damascus Syria. Besok pagi pada tanggal 15 Januari 2002 menuju Jeddah Arab Saudi, dari tanggal 15 Januari 2002 menetap di Jeddah sebagai petugas haji resmi sampai selesai 15 April 2002.

Pada 30 Maret 2002 menuju tanah air melalui Kuala Lumpur Malaysia dan sampai di Kuala Lumpur 30 Maret 2002 dan menetap kembali di Malaysia sampai 15 April 2002, akhirnya sampai di bandara Polonia Medan pada 15 April 2002. Mulai menetap di kota Kisaran Asahan pada Juli 2002 sampai sekarang.

Posting Komentar

0 Komentar