Beliau juga cukup lama berdakwah di tanah air, tepatnya di Solo, Jawa Tengah. Lahir di Yaman 1259 H atau 1839 M dan wafat pada tahun 1333 H atau 1913 M. Saat wafatnya Habib Ali, tentu saja membuat kesedihan mendalam bagi keluarganya.
Termasuk putranya Habib Alwi bin Ali Al Habsyi. Pemuda berusia 22 tahun itu ditinggal wafat oleh ayahnya, Habib Ali bin Muhammad bin husein Al- Habsyi.
Pada saat itu, Habib Alwi masih tinggal di Kota Seiwun, Hadramaut, Yaman.
Habib Alwi adalah anak bungsu, paling disayang Habib Ali. Begitu juga, Habib Alwi pun begitu menyayangi ayahnya.
Hababah Khodijah, kakak sulungnya, yang terpaut 20 tahun, merasakan kesedihan adiknya yang telah diasuhnya sejak kecil. Daripada hidup resah dan gelisah, oleh putri Habib Ali Al-Habsyi tersebut. Habib Alwi disarankan untuk berwisata hati ke Jawa, menemui kakaknya yang lain, Habib Ahmad bin Ali Al-Habsyi di Betawi.
Habib Alwi pergi ke Jawa ditemani Salmin Douman, santri senior Habib Ali Al Habsyi, sekaligus sebagai pengawal. Dalam perjalanannya ke tanah air, Habib Alwi meninggalkan istri yang masih mengandung di Seiwun, yang tak lama kemudian melahirkan, dan anaknya diberi nama Habib Ahmad bin Alwi Al Habsyi. Putra Habib Alwi, yaitu Habib Ahmad tersebut makamnya juga bersanding dengan Habib Alwi di Masjid Riyadh Solo, yaitu masjid yang jadi lokasi utama Haul Solo.
0 Komentar