Biodata Singkat Habib Usman bin Yahya

Perbebatan tentang nasab dan keutamaan para Habib membawa masyarakat Indonesia pada sosok Usman bin Yahya.

Usman bin Yahya merupakan seorang habib yang pernah menjadi Mufti Agung Betawi di abad ke-19. Ia tidak hanya dikenal luas di Nusantara,namuh hingga Asia Tenggara.

Sosok Habib Usman bin Yahya yang disebut sebagai ketunan Nabi dari klan Baalawi penuh dengan kontraversi. Apalagi bila disandingkan dengan sejarah perjuangan Rakyat Indonesia melawan penjajah Belanda.

Sehingga saat ini masyarakat pun umumnya menganggap Usman bin Yahya sebagai ulama yang pro Belanda atau Pro penjajah. Ia memang dikenal ahli agama, Habibkeahliannya itu tidak berkontribusi pada perjuangan rakyat Indonesia.

Malah keahliannya itu disebut melegitimasi penjajan Belanda. Sekaligus menganggap perjuangan melawan Belanda merupakan sebuah kejahatan.

Usman bin Yahya lahir di Pekojan, Batavia, pada tahun 1822 Masehi atau 17 Rabiul Awal 1238 Hijriyah.

Ia berasal dari keluarga Baalawi, dengan ayahnya bernama Sayyid Abdullah bin Aqil bin Umar bin Yahya dan ibunya, Aminah, adalah putri dari Sheikh Abdurahman Al-Misri.

Sejak ditinggal ayahnya yang kembali ke Mekkah di usia tiga tahun, Usman bin Yahya diasuh oleh kakeknya, Sheikh Abdurrahman al-Misri. Ia mendapatkan pendidikan agama secara pribadi dari kakeknya yang dikenal sebagai ahli ilmu falak dan adab.

Pada usia 18 tahun, kakeknya meninggal dunia, dan Habib Usman bin Yahya memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya ke Mekkah.

Di kota suci tersebut, ia menuntut ilmu dari berbagai ulama besar, termasuk Sayid Ahmad Dahlan, seorang mufti Syafi’i terkenal.

Setelah menyelesaikan pendidikannya di Mekkah, Habib Usman bin Yahya melanjutkan perjalanannya ke Hadramaut, tempat ia mendalami pengetahuan agamanya lebih dalam lagi. Di sini, ia belajar dari ulama-ulama terkemuka, seperti Habib Abdullah bin Husain bin Thahir.

Posting Komentar

0 Komentar