PEMBAHASAN HAKEKAT PENELITIAN ILMIAH
A. Pengertian Hakekat
Hakekat
dalam Kamus Besar
Bahasa Indonesia (KBBI),
secara etimologi, pengertian
hakikat adalah kenyataan atau fakta yang sesungguhnya. Menurut laman
Dictionary, hakikat bisa berbentuk sebagai kata kerja dan kata sifat.
Tidak hanya secara bahasa, ilmu hakikat
juga dijelaskan dalam agama. Contohnya, hakikat dalam
Islam. hakikat bisa diartikan sebagai
kebenaran, yakni makna terdalam
dari praktik yang ada dalam syari'at (hukum
yang mengatur) dan tarekat (suatu jalan atau
cara).meneliti hakikat dalam Islam menjadi salah satu langkah awal bagi
seseorang dalam melakukan pembinaan diri serta kewajiban hidup.1
B. Hakekat peneilitian
Diantara anugerah Tuhan Yang Maha Esa kepada kita umat manusia adalah kemampuan menalar dan sifat serba ingin tahu. Ada yang menyebut: Man is curious animal. Hal ini terbukti dari kenyataan bahwa, jika kita melihat, heran atau ragu, maka kita akan selalu mempertanyakan: apa sebabnya, bagaimana terjadinya, bagaimana mengatasinya dan berbagai pertanyaan atau keingintahuan yang lain. Berbagai pertanyaan dan keingintahuan tersebut akan kita cari jawabannya terus menerus dengan berbagai cara dan sumber sampai kita merasa terpuaskan. Jawaban atau informasi atas semua pertanyaan dan keingintahuan tersebut, dari yang sangat sederhana sampai ke yang sangat rumit, sedikit demi sedikit terkumpul dalam diri kita, menjadi suatu kumpulan keterangan atau informasi yang membangun pengetahuan (knowledge) kita. Pengetahuan yang kita punya akan kita gunakan untuk membantu menjawab atau memecahkan persoalan yang timbul kelak di kemudian hari.
![]()
Pengetahuan yang kita miliki
pada dasarnya kita peroleh dari dua sumber, yaitu : dari orang lain dan dari
hasil pengamatan atau pengalaman kita sendiri di masa lalu. Manakala dari diri
kita timbul keraguan atas kebenaran pengetahuan yang kita peroleh atau kita
punyai, misalnya karena adanya perbedaan antara pengetahuan yang kita peroleh
dari satu sumber dengan sumber yang lain, atau antara pengetahuan yang kita
peroleh dari suatu sumber tertentu dengan pengetahuan yang kita peroleh dari
pengalaman atau pengamatan kita sendiri, maka dalam diri kita akan timbul
konflik dan rasa ingin tahu mana yang benar. Jika dalam diri kita timbul
konflik semacam itu dan dengan adanya hasrat ingin tahu yang kita punyai,
maka kita berada
dalam kondisi mempertanyakan kembali (“re-search”) atas
kebenaran pengetahuan yang kita punyai. Untuk mengakhiri konflik tersebut kita
memerlukan “pengadilan” yang obyektif. Pada kondisi normal, kita umat manusia
mempunyai kemampuan untuk menyelesaikan masalah melalui mekanisme
stimuli-respon. Jika kita menghadapi suatu stimuli (problem), maka kita akan melakukan
respon (tindakan) atas stimuli tersebut melalui suatu penalaran (logika)
tertentu. Jika ada stimuli dari luar diri kita, maka stimuli ini akan kita tangkap
melalui panca indera, kemudian panca indera akan meneruskan kedalam otak.2
Di dalam otak stimuli dinalar sesuai
dengan pengetahuan yang telah ada (logis) untuk
menentukan pemecahannya, yang pada akhirnya diberikan perintah kepada organ tubuh untuk melakukan respon berupa
tindakan (empiris) dalam rangka
menjawab stimuli. Jika belum berhasil, proses tersebut akan berulang kembali sampai diperoleh tindakan
yang paling sesuai.
Demikian seterusnya, jika ada stimuli (problem) baru mekanisme
pemecahan stimuli (problem) tersebut akan berulang lagi.
Mekanisme stimuli respon
tersebut mempunyai tiga ciri pokok yaitu:
1.
Sistematis (mempunyai tata urutan tertentu)
2. Logis (menggunakan dan dapat diterima akal)
![]()
3.
Empiris (sesuai
atau berdasarkan suatu
realita).
Prosedur atau mekanisme tersebut diatas
adalah merupakan acuan dasar atau embrio dari metode ilmiah (scientific method). Jika prosedur
tersebut digunakan memecahkan suatu problem (permasalahan) karena adanya
konflik atau keraguan atas kebenaran suatu pengetahuan, maka prosedur atau
proses tersebut dinamakan penelitian ilmiah digunakan sebagai wahana
“pengadilan” yang obyektif untuk mengakhiri konflik atas kebenaran suatu
pengetahuan.
C. Pengertian Penelitian
Apakah yang dimaksud dengan penelitian?
Istilah “research” dalam bahasa
Indonesia diartikan sebagai penelitian atau riset. Pengertian “research” dalam bahasa Inggris
berasal dari kata “re” yang berarti diulang
kembali, “search” yang berarti
mencari sesuatu yang belum ditemukan. Jadi research berarti usaha atau
pekerjaan untuk mencari kembali yang dilakukan dengan metode tertentu secara
hati-hati, sistematis dan sempurna terhadap suatu masalah sehingga diperoleh
pemecahan yang tepat terhadap masalah tersebut. Berikut ini para ahli mengungkapkan
definisi penelitian menurut cara pandangnya, yaitu:
1. Woody
(1927),Penelitian adalah sebuah metode untuk menemukan kebenaran yang juga
merupakan pemikiran kritis.
2. Parsons
(1946) penelitian adalah pencarian atas sesuatu (inquiry) secara sistematis dengan berkenaan bahwa pencarian ini
dilakukan terhadap masalah maslah yang dipecahkan.
3. Hillway
(1956), penelitian adalah tidak lain adalah metode studi yang dilakuakan
seseorang melalui penyelidikan yang hati hati dan sempurna terhadap suatu
masalah,sehingga diperoleh pemecahan yang tepat terhadap masalah tersebut
4. Witney
(1960) Penelitian adalah suatu metode untuk menemukan kebenaran ,sehingga
penelitian juga merupakan metode berpikir secara kritis.
5. Azwar (2003) Penelitian adalah upaya pengumpulan, pengolahan, penyajian dan analisis data yang dilakukan secara sistematis,teliti dan mendalam untuk mencarikan jalan keluar atau jawaban terhadap suatu masalah kesehatan.
6. Zainuddin
(1999) Penelitian adalah proses yang sistematis, logis dan empiris untuk
mencari kebenaran ilmiah atau pengetahuan ilmiah.
7. Budiman
(2011) Penelitian adalah suatu proses yang sistematis dan terencana dalam menemukan jawaban
untuk solusi masalah
empirik yang ditemukan.
Dari beberapa literatur dapat di
simpulkan bahwa penelitian adalah suatu usaha upaya untuk mengetahui melalui
upaya pencarian atau penyelidikan atau percobaan yang cermat yang bertujuan
untuk menemukan atau menafsirkan pengetahuan
baru, dengan menggunakan metode ilmiah yang mengandung unsur sistematis, logis dan empirik. Pada
hakikatnya penelitian adalah segala upaya untuk memahami dan memecahkan masalah
secara ilmiah, sistematis dan logis. Melalui penelitian, seorang peneliti akan
berusaha mencari dan menegakkan pengetahuan
berdasarkan fakta-fakta empiris
yang obyektif melalui
tahapan yang sistematis,
sungguh-sungguh, sesuai dengan kaidah atau aturan tertentu serta logis.
Prinsip-prinsip penelitian antara lain
adalah :
1. Penelitian adalah suatu metode
ilmiah untuk penyelidikan (scientific method)
2. Penelitian merupakan suatu metode untuk
menemukan kebenaran melalui
suatu pemikiran kritis (critical
thinking)
3. Penelitian sekurang-kurangnya harus mengadakan pengujian hipotesis terhadap
suatu masalah yang dihipotesiskan
4. Penelitian
ilmiah perlu dilakukan observasi yang objektif dan nalar yang rasional untuk
menghasilan persepsi yang mantap
5.
Penelitian adalah suatu proses yang
panjang yang didesain dan dioperasionalisasikan secara sistematis Penelitian ilmiah merupakan suatu proses
yang dilakukan secara sistematis dan objektif yang melibatkan unsur penalaran
dan observasi untuk menemukan, memverifikasi, dan memperkuat teori serta untuk
memecahkan masalah yang muncul dalam kehidupan.
Penelitian ilmiah adalah upaya memahami
dan memecahkan masalah secara ilmiah (kebenaran pengetahuan berdasarkan fakta
empiris), sistematis (menurut aturan tertentu) dan logis (sesuai dengan
penalaran).3
Penelitian sangat dibutuhkan dalam
perkembangan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan berkembang karena pada dasarnya
sifat manusia adalah ingin tahu. Keingintahuan manusia diwujudkan melalui
penelitian. Penelitian merupakan upaya yang sistematis untuk menemukan sebuah
teori dan menguji kebenaran dari suatu teori. Tujuan dari penelitian secara
garis besar adalah menemukan,sebuah teori baru, membuktikan kebenaran teori dan
mengembangkan sebuah teori.4Hasil penelitian dapat digunakan untuk
memahami, memecahkan dan mengantisipasi masalah
yang ditemukan. Penelitian adalah proses yang sistematis,
logis dan empiris untuk mencari
kebenaran ilmiah atau pengetahuan ilmiah. Kegiatan penelitian merupakan
suatu kegiatan dengan menggunakan metode ilmiah.
Langkah-langkah dalam metode
ilmiah merupakan langkah yang
berjenjang dan berurutan dengan menggunakan tahapan yang sistematis.
Langkah-langkah metode ilmiah dalam penelitian dapat diuraikan sebagai berikut:
a. Mengidentifikasi dan menentukan masalah yang akan diteliti.
b. Melakukan pengkajian teori yang sudah ada yang relevan dengan masalah yang ingin diteliti.
c.
Merumuskan pertanyaan penelitian.
d.
Merumuskan tujuan dari penelitian
e.
Mengajukan
hipotesis.
f. Membuat desain penelitian untuk menjawab pertanyaan penelitian dan menguji hipotesis.
g. Mengumpulkan data sesuai dengan prosedur yang sudah disusun pada desan penelitian.
h. Menganalisis data.
i. Membuat interpretasi data dan menarik kesimpulan.
D. Pengertian Karya
ilmiah
Karya tulis ilmiah adalah suatu produk
dari kegiatan ilmiah. Mem- bicarakan produk ilmiah, pasti kita membayangkan
kegiatan yang dilakukan untuk menghasilkan temuan baru yang bersifat ilmiah, yaitu penelitian. Memang temuan ilmiah dilakukan melalu
penelitian, namun tidak hanya penelitian merupakan satusatunya karya tulis ilmiah. Karya tulis ilmiah adalah suatu tulisan
yang membahas suatu per- masalahan. Pembahasan itu dilakukan berdasarkan
penyelidikan, pengamatan, pengumpulan data yang diperoleh melalui suatu penelitian.
Karya tulis ilmiah melalui penelitian
ini menggunakan metode ilmiah yang sistematis untuk memperoleh jawaban
secara ilmiah terhadap
permasalahan yang diteliti. Untuk memperjelas jawaban ilmiah berdasarkan
penelitian, penulisan karya tulis
ilmiah hanya dapat
dilakukan sesudah timbul
suatu masalah, yang kemudian
dibahas melalui penelitian dan kesimpulan dari penelitian tersebut. Karya tulis
ilmiah sebagai sarana komunikasi ilmu pengetahuan yang berbentuk tulisan
menggunakan sistematika yang dapat diterima oleh komunitas keilmuan melalui
suatu sistematika penulisan yang disepakati.
Dalam karya tulis ilmiah cirri-ciri keilmiahan dari suatu karya harus dapat dipertanggung jawabkan secara empiris dan objektif.5
Teknik penulisan ilmiah mempunyai dua
aspek yakni gaya penulisan dalam membuat pernyataan ilmiah serta teknik
notasi dalam menyebutkan sumber pengetahuan ilmiah yang digunakan dalam penulisan.
Penulisan ilmiah harus menggunakan bahasa yang baik dan benar. Sebuah kalimat
yang tidak bisa diindentifikasikan mana yang merupakan subjek
dan predikat serta hubungan apa
![]()
5
Nana Syaodih
Sukmadinata, (2006),Metode Penelitian Pendidikan, Bandung: PT Remaja Rosdakarya
antara subjek dan predikat kemungkinan besar merupakan
informasi yang tidak jelas. Penggunaan kata harus dilakukan secara tepat
artinya kita harus memilih kata-kata yang sesuai dengan pesan apa yang harus
disampaikannya.
Dalam penelitian yang digunakan sebagai
bahan penulisan karya tulis ilmiah mengutip pernyataan orang lain sebagai dasar
atau sebagai landasan penyusunan penelitian. Pernyataan ilmiah ini digunakan untuk bermacam-macam
tujuan sesuai dengan bentuk argumentasi yang diajukan. Pernyataan tersebut
dapat digunakan sebagai definisi dalam menjelaskan suatu konsep, atau dapat
digunakan sebagai premis dalam pengambilan kesimpulan pada suatu argumentasi.
Pernyataan ilmiah yang harus kita gunakan
dalam tulisan harus mencakup
beberapa hal, yaitu :
1. Harus dapat
kita identifikasikan orang yang membuat pernyataan tersebut.
2. Harus
dapat kita identifikasikan media komunikasi ilmiah di mana pernyataan disampaikan apakah dalam
makalah, buku, seminar, lokakarya dan sebagainya.
3. Harus dapat diindentifikasikan lembaga
yang menerbitkan publikasi
ilmiah tersebut beserta tempat domisili dan waktu penerbitan itu
dilakukan.6
Sekiranya publikasi ilmiah tersebut
tidak diterbitkan maka harus disebutkan tempat, waktu dan lembaga yang
melakukan kegiatan tersebut. Cara kita mencantumkan ketiga hal tersebut dalam
karya tulis ilmiah disebut teknik notasi ilmiah. Terdapat bermacam-macam teknik
notasi ilmiah yang pada dasarnya mencerminkan hakikat dan unsur yang sama. Buku
ini memberikan contoh teknik notasi ilmiah yang menggunakan catatan kaki (Footnote).Catatan kaki merupakan
informasi dari pernyataan yang kita kutip. 7
Di samping itu catatan kaki dapat digunakan sebagai infor-masi tambahan yang tidak langsung berkaitan dengan pernyataan dalam badan tulisan. Kutipan yang digunakan dalam karya tulis ilmiah ada dua jenis yaitu kutipan langsung dan kutipan tidak langsung. Kutipan langsung merupakan pernyataan yang kita tulis dalam karya tulis ilmiah susunan kalimat aslinya tanpa mengalami perubahan
![]()
sedikit pun. Kutipan tak langsung merupakan kutipan pendapat
atau pernyataan orang lain dengan melakukan perubahan
kalimat yang dikutip disesuaikan dengan bahasa penulis itu sendiri.8
PENUTUP
KESIMPULAN
Hakekat penelitian ilmiah dalam Kamus
Besar Bahasa Indonesia (KBBI), secara etimologi, pengertian hakikat adalah kenyataan atau fakta yang sesungguhnya.
Menurut laman Dictionary, hakikat bisa berbentuk sebagai kata kerja dan kata
sifat. Tidak hanya secara bahasa, ilmu hakikat juga dijelaskan dalam agama.
Contohnya, hakikat dalam Islam.
hakikat bisa diartikan sebagai kebenaran, yakni
makna terdalam dari praktik yang ada dalam syari'at
(hukum yang mengatur) dan tarekat (suatu jalan atau cara).meneliti hakikat
dalam Islam menjadi
salah satu langkah
awal bagi seseorang dalam melakukan pembinaan diri serta kewajiban hidup.
Penelitian ilmiah merupakan suatu
proses yang dilakukan secara sistematis dan objektif yang melibatkan unsur
penalaran dan observasi untuk menemukan, memverifikasi, dan memperkuat teori
serta untuk memecahkan masalah yang muncul dalam kehidupan. Penelitian ilmiah
adalah upaya memahami dan memecahkan masalah secara ilmiah (kebenaran
pengetahuan berdasarkan fakta empiris), sistematis (menurut aturan tertentu) dan logis (sesuai
dengan penalaran). Penelitian sangat dibutuhkan dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Ilmu
pengetahuan berkembang karena pada dasarnya sifat manusia adalah ingin tahu.
Keingintahuan manusia diwujudkan melalui penelitian.
DAFTAR PUSTAKA
Rochiati Wiriaatmadja, (2006),Metode Penelitian Tindakan Kelas, Bandung:
PT Remaja Rosdakarya.Penunjang
Alwi, Hasan dkk. 1998. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Arifin, E. Zaenal. 2004. Dasar-Dasar
Penulisan Karangan Ilmiah. Jakarta: Grasindo.
Nana Syaodih Sukmadinata, (2006),Metode Penelitian Pendidikan, Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Milles, M.B. dan Huberman, A.M. (1992).Qualitative data analysis (Tjetjep Rohadi R. Terjemahan). Beverly
Hill: Sage Publications. Buku asliditerbitkan tahun 1984.
Lukman, dkk. 2015. Kurikulum
Dan Modul TOT Metodologi Penelitian Bagi Tenaga Pendidik. BPPSDM Kemenkes RI
https://luk.staff.ugm.ac.id/ hakekat manusia
https://repository.stikeshb.ac.id/ metodologi penelitian.
0 Komentar