Sosiologi Komunikasi

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunianya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah ini. Adapun makalah ini merupakan tugas dari mata kuliah Komunikasi antar budaya.

Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunianya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah ini. Adapun makalah ini merupakan tugas dari mata kuliah Komunikasi antar budaya.

Penulis sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini, khususnya kepada dosen pengampu mata kuliah Ahli Teknologi Pengembangan Masyarakat, yaitu Bapak Penulis menyadari bahwa dalam makalah ini masih sangat jauh dari kesempurnaan oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran serta bimbingan dari pada dosen demi penyempurnaan di masa-masa yang akan datang, semoga makalah ini bermanfaat bagi semuanya.

Penulis sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini, khususnya kepada dosen pengampu mata kuliah Komunikasi antar budaya, yaitu Bapak Sahata Simanjuntak, M.Sos.

Penulis menyadari bahwa dalam makalah ini masih sangat jauh dari kesempurnaan oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran serta bimbingan dari pada dosen demi penyempurnaan di masa-masa yang akan datang, semoga makalah ini bermanfaat bagi semuanya.

 

 

Padangsidimpuan,8 September 2024

 

 

Kelompok




BAB I

PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG

Sosiologi komunikasi dan budaya adalah disiplin ilmu yang mempelajari hubungan antara komunikasi, budaya, dan struktur sosial. Tujuan utamanya adalah untuk memahami bagaimana komunikasi berfungsi dalam konteks sosial dan budaya, serta bagaimana budaya mempengaruhi proses komunikasi. Berikut adalah penjelasan lebih rinci tentang aspek-aspek utama dari sosiologi komunikasi dan budaya.

Secara keseluruhan, sosiologi komunikasi dan budaya menawarkan wawasan mendalam tentang bagaimana komunikasi berfungsi dalam konteks sosial dan budaya, serta bagaimana budaya mempengaruhi dan dibentuk melalui komunikasi.

Sosiologi komunikasi dan budaya membantu kita memahami bagaimana komunikasi tidak hanya mencerminkan tetapi juga membentuk struktur sosial dan budaya, serta bagaimana proses ini mempengaruhi kehidupan sehari-hari dan dinamika masyarakat.

osiologi komunikas dan budayai juga membahas tentang pengaruh interaksi antar individu dan perubahan pola hidup beserta dampak yang diberikan. Selain itu, sosiologi komunikasi dan budaya juga membahas tentang bentuk interaksi sosial di dalam kehidupan manusia, baik secara individu maupun kelompok, dan komunikasi secara langsung ataupun menggunakan teknologi komunikasi.

     sosiologi komunikasi dan budaya mencerminkan perkembangan pemikiran tentang bagaimana komunikasi dan budaya saling berinteraksi dan membentuk struktur sosial. Evolusi dari teori awal tentang media massa dan budaya populer menuju studi kontemporer tentang media digital dan globalisasi menunjukkan betapa dinamis dan kompleksnya hubungan antara komunikasi, budaya, dan masyarakat.

B.       RUMUS MASALAH

1.    Apa pengertian Sosiologi?

2.    Apa pengertian Komunikasi?

3.    Apa pengertian Budaya?

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

PENGERTIAN SOSIOLOGI KOMUNIKASI DAN BUDAYA

A.    PENGERTIAN SOSIOLOGI

Asal kata Sosiologi adalah Socius (bhs. Latin yang berarti teman, kawan, social berteman, bersama, berserikat) bermaksud untuk mengerti kejadian-kejadian dalam masyarakat yaitu persekutuan manusia, dan selanjutnya dengan pengertian itu untuk dapat berusaha mendatangkan perbaikan dalam kehidupan bersama.

Dengan kata lain menurut Hassan Shadily Sosiologi adalah ilmu masyarakat atau ilmu kemasyarakatan yang mempelajari manusia sebagai anggota golongan atau masyarakatnya (tidak sebagai individu yang terlepas dari golongan atau masyarakatnya ), dengan ikatan-ikatan adat, kebiasaan, kepercayaan atau agamanya, tingkahlaku serta keseniannya atau yang disebut kebudayaan yang meliputi segala segi kehidupannya.[1]

Pitirim Sorokin mengemukakan: sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari:

a.         hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala-gejala sosial (misalnya antara gejala ekonomi dengan agama; keluarga dengan moral; hukum dengan ekonomi; gerak masyarakat dengan politik dan lain sebaginya);

b.        hubungan dengan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala non sosial (misalnya gejala geografis, biologis dan sebagainya )

c.         ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala sosial.

       William F. Ogburn dan Meyer F. Nimkoff berpendapat bahwa sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya yaitu organisasi sosial. Selo Soemardjan dan Soeleman Soemardi menyatakan bahwa sosiologi atau ilmu masyarakat ialah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial, termasuk perubahan-perubahan sosial.

Struktur sosial adalah keseluruhan jalinan antara unsur-unsur sosial yang pokok yaitu kaidah-kaidah sosial (norma-norma sosial), lembaga-lembaga sosial, kelompok-kelompok serta lapisanlapisan sosial.

Proses sosial adalah pengaruh timbal balik antara pelbagai segi kehidupan bersama, umpamanya pengaruh timbal balik antara segi kehidupan hukum dan segi kehidupan agama, antara segi kehidupan agama dengan segi kehidupan ekonomi dan lain sebagainya. Salah satu proses sosial yang bersifat tersendiri ialah dalam hal terjadinya perubahan-perubahan di dalam struktur sosial. Pembentukan struktur sosial, dan terjadinya proses sosial dan kemudian adanya perubahan-perubahan sosial tidak lepas dari adanya aktivitas interaksi sosial yang menjadi salah satu ruang lingkup sosiologi. Interaksi sosial merupakan suatu hubungan dimana terjadi proses saling pengaruh mempengaruhi antara para individu, antara individu dengan kelompok, maupun antar kelompok.[2]

B.     PENGERTIAN KOMUNIKASI

Anderson: Komunikasi adalah suatu proses dengan mana kita bisa memahami dan dipahami oleh orang lain. Komunikasi merupakan proses yang dinamis dan secara konstan berubah sesuai dengan situasi yang berlaku.

Margarete Mead: Interaksi, juga dalam tingkatan biologis, adalah salah satu perwujudan komunikasi, karena tanpa komunikasi tindakan-tindakan kebersamaan tidak akan terjadi.

Barnlund: Komunikasi timbul didorong oleh kebutuhankebutuhan untuk mengurangi ketidakpastian, bertindak secara efektif, mempertahankan atau memperkuat ego.

Berelson dan Steiner: Komunikasi adalah proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian dan lain-lain, melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata, gambargambar, angka-angka dan lain-lain.

Onong Uchyana : Proses komunikasi pada hakikatnya adalah proses penyampaian pikiran, atau perasaan oleh seseorang (komunikator) kepada orang lain (komunikan).

Pikiran bisa merupakan gagasan, informasi, opini, dan lain-lain yang muncul dari benaknya. Perasaan bisa berupa keyakinan, kepastian, keraguan. Kekhawatiran, kemarahan, keberanian, kegairahan, dan sebagainya yang timbul dari lubuk hati.

Komunikasi merupakan proses pertukaran dan pemahaman informasi antara dua pihak atau lebih. Proses ini melibatkan pengirim pesan, penerima pesan, dan saluran komunikasi. Komunikasi dapat terjadi dalam berbagai bentuk, termasuk verbal (dalam bentuk kata-kata) dan nonverbal (melalui gerakan tubuh, ekspresi wajah, dan bahasa tubuh).[3]

Definisi Komunikasi menurut beberapa ahli:

Shannon & Weaver

“Komunikasi adalah proses transfer informasi dari satu titik (sumber) ke titik lain (penerima) melalui saluran tertentu dengan bantuan kode atau noise.

 

 

Bernard Berelson & Gary A.Steiner

Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian, dan lain-lain melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata, gambar, angka-angka, dan lain-lain.

Pemahaman mengenai jenis-jenis komunikasi penting untuk membangun hubungan yang efektif dan harmonis. Komunikasi dapat dibedakan menjadi beberapa jenis yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari seperti berikut:

1. Komunikasi Verbal

Komunikasi verbal melibatkan penggunaan kata-kata dan bahasa untuk menyampaikan pesan. Ini bisa terjadi secara lisan, dimana pesan disampaikan melalui percakapan langsung, atau secara tertulis, melalui surat, email, atau pesan teks. Komunikasi verbal sering kali menggunakan struktur kalimat dan tata bahasa yang terstruktur untuk menyampaikan pesan dengan jelas dan dapat dipahami. Contohnya termasuk pidato, presentasi, diskusi, atau percakapan sehari-hari.

2. Komunikasi Nonverbal

Komunikasi nonverbal melibatkan penggunaan ekspresi wajah, gerakan tubuh, bahasa tubuh, postur, intonasi suara, dan kontak mata untuk menyampaikan pesan tanpa menggunakan kata-kata. Komunikasi nonverbal dapat memberikan informasi tambahan tentang emosi, sikap, dan maksud di balik pesan yang disampaikan secara verbal. Contoh komunikasi nonverbal meliputi ekspresi wajah, isyarat tangan, bahasa tubuh yang menunjukkan ketertarikan atau ketidaksetujuan, dan intonasi suara yang menggambarkan emosi.

3. Komunikasi Formal

Komunikasi formal terjadi dalam konteks resmi atau profesional, seperti dalam struktur organisasi atau hubungan bisnis. Komunikasi formal mengikuti aturan dan norma-norma yang telah ditetapkan. Pesan dalam komunikasi formal sering kali disampaikan melalui surat resmi, laporan, presentasi di ruang rapat, atau memo. Struktur dan bahasa yang digunakan dalam komunikasi formal lebih sering terstandarisasi dan terstruktur.

4. Komunikasi Informal

Komunikasi informal terjadi secara spontan dan tidak resmi antara individu atau kelompok. Ini adalah jenis komunikasi yang cenderung lebih santai dan tidak terikat oleh aturan atau norma tertentu. Komunikasi informal sering kali terjadi dalam percakapan sehari-hari, seperti obrolan di ruang istirahat, panggilan telepon antar teman, atau diskusi informal di luar lingkungan kerja formal. Bahasa yang digunakan dalam komunikasi informal lebih santai, kadang-kadang menggunakan bahasa gaul atau slang, dan sering kali lebih mengikuti aliran percakapan yang spontan.[4]

C.    PENGERTIAN BUDAYA

Budaya adalah suatu gaya hidup yang berkembang dalam suatu kelompok atau masyarakat dan diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi berikutnya. Sehingga budaya merupakan gaya hidup yang sudah dilakukan dari sejak lahir bahkan sejak masih dalam kandungan sampai tutup usia. 

Budaya ini menciptakan adat istiadat, yang kemudian diterapkan oleh masyarakat ke seluruh aspek kehidupan. Kemudian dipatuhi pula oleh masyarakat dalam kelompok tersebut meskipun tidak ada hukum tertulis mengenai penerapannya. Semua unsur dan bentuk budaya disampaikan secara lisan.[5]

Budaya kali pertama diperkenalkan oleh nenek moyang yang kemudian diwariskan kepada generasi penerusnya. Bahkan di era modern seperti sekadat segala bentuk budaya tidak hilang begitu saja ditelan zaman. Budaya ini tetap lestari, tetap dikenal, dan juga diwariskan ke generasi seterusnya. 

Selain pengertian budaya secara luas di atas, budaya kemudian juga didefinisikan oleh sejumlah ahli. Beberapa diantaranya adalah:

1. Linton 

      Pertama disampaikan oleh Linton yang menjelaskan bahwa budaya adalah keseluruhan sikap & pola perilaku serta pengetahuan yang merupakan suatu kebiasaan yang diwariskan & dimiliki oleh suatu anggota masyarakat tertentu.Sehingga menurut Linton budaya mencakup tiga hal yakni sikap, pola perilaku, dan juga pengetahuan. Semuanya merupakan kebiasaan dari kelompok masyarakat tertentu yang diterapkan dan diwariskan dari generasi ke generasi. Sehingga budaya sifatnya kompleks karena mencakup 3 hal pokok tersebut.

2. Edward Burnett Tylor 

       Pendapat kedua mengenai pengertian budaya adalah menurut Edward Burnett Tylor atau E.B Tylor. Pengertian dari budaya menurut Tylor dituangkan ke dalam buku berjudul Primitive Culture.Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa budaya adalah keseluruhan yang bersifat kompleks dan rumit dan di dalamnya mengandung ilmu pengetahuan, moral, kepercayaan, hukum, adat istiadat, dan lain sebagainya.

Selain mengenai pengertian budaya, hal penting lain yang juga harus diketahui tentang budaya adalah nilai dan unsur dari budaya itu sendiri. Nilai dari sebuah budaya dikatakan memiliki bentuk yang abstrak. Nilai ini tersimpan dalam akal pikiran masyarakat yang digunakan untuk menyelesaikan masalah umum sampai masalah besar. 

       Nilai dari budaya kemudian digunakan sebagai pedoman hidup dari tingkah laku masyarakat dalam sebuah kelompok. Nilai yang terdapat di dalam akal pikiran ini kemudian sulit untuk digambarkan atau dijelaskan secara detail. Namun saat dijelaskan dan kemudian dicoba dilakukan langsung maka akan paham betul nilai dari budaya.[6]

       Nilai budaya dengan karakter seperti ini membuat budaya tertanam sangat kuat di setiap individu. Budaya kemudian bisa bertahan sangat lama dan tetap kemudian diwariskan kepada generasi penerus. Lewat sifat ini pula, budaya kemudian tidak mudah digantikan oleh nilai budaya lainnya.[7]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN

 

Sosiologi komunikasi dan budaya adalah disiplin ilmu yang mempelajari hubungan antara komunikasi, budaya, dan struktur sosial. Tujuan utamanya adalah untuk memahami bagaimana komunikasi berfungsi dalam konteks sosial dan budaya, serta bagaimana budaya mempengaruhi proses komunikasi. Berikut adalah penjelasan lebih rinci tentang aspek-aspek utama dari sosiologi komunikasi dan budaya.

Secara keseluruhan, sosiologi komunikasi dan budaya menawarkan wawasan mendalam tentang bagaimana komunikasi berfungsi dalam konteks sosial dan budaya, serta bagaimana budaya mempengaruhi dan dibentuk melalui komunikasi.

Sosiologi komunikasi dan budaya membantu kita memahami bagaimana komunikasi tidak hanya mencerminkan tetapi juga membentuk struktur sosial dan budaya, serta bagaimana proses ini mempengaruhi kehidupan sehari-hari dan dinamika masyarakat.

SSTop of Form

Bottom of Form

osiologi komunikas dan budayai juga membahas tentang pengaruh interaksi antar individu dan perubahan pola hidup beserta dampak yang diberikan. Selain itu, sosiologi komunikasi dan budaya juga membahas tentang bentuk interaksi sosial di dalam kehidupan manusia, baik secara individu maupun kelompok, dan komunikasi secara langsung ataupun menggunakan teknologi komunikasi.

 

 

 

 

 

 

 


DAFTAR PUSTAKA

Ghazali, Adeng Muchtar Ghazali. Agama dan Keberagamaan dalam Konteks Perbandingan Agama. Bandung. CV Pustaka Setia. 2004.

Rozi, Syafwan. Konstruksi Identitas Agama Dan Budaya Etnis Minangkabau Di Daerah Perbatasan”, Masyarakat Indonesia. Vol. 39. 1. Juni. 2013

Bungin, Burhan. Sosiologi Komunikasi (Teori Paradigma dan Diskursus Teknologi Di Masyarakat). Jakarta. Kencana Prenada Media Grup. 2006.

Kurniawati, Nia Kurnia. 2014. Komunikasi Antarpribadi Konsep dan Teori Dasar

Liliweri, Alo. 2003. Dasar-Dasar Komunikasi Antar Budaya. Yogyakarta. Pustaka Pelajar

Mulyana, Deddy dan Jalaluddin Rakhmat. 2009. Komunikasi Antarbudaya. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Pawito. 2008. Penelitian Komunikasi Kualitatif. Yogyakarta: PT LKiS Pelangi Aksara



[1] Ghazali, Adeng Muchtar Ghazali. Agama dan Keberagamaan dalam Konteks Perbandingan Agama. Bandung. CV Pustaka Setia. 2004.

 

[2] Rozi, Syafwan. Konstruksi Identitas Agama Dan Budaya Etnis Minangkabau Di Daerah Perbatasan”, Masyarakat Indonesia. Vol. 39. 1. Juni. 2013

[3] Bungin, Burhan. Sosiologi Komunikasi (Teori Paradigma dan Diskursus Teknologi Di Masyarakat). Jakarta. Kencana Prenada Media Grup. 2006.

 

[4] Kurniawati, Nia Kurnia. 2014. Komunikasi Antarpribadi Konsep dan Teori Dasar

[5] Liliweri, Alo. 2003. Dasar-Dasar Komunikasi Antar Budaya. Yogyakarta. Pustaka Pelajar

 

[6] Mulyana, Deddy dan Jalaluddin Rakhmat. 2009. Komunikasi Antarbudaya. Bandung: Remaja Rosda Karya.

[7] Pawito. 2008. Penelitian Komunikasi Kualitatif. Yogyakarta: PT LKiS Pelangi Aksara 

Posting Komentar

0 Komentar