PEMBAHASAN
A.
Agen- Agen Perubahan Sosial
1.
Pengertian Agen-agen Perubahan Sosial
Merujuk kepada individu atau kelompok
yang secara aktif terlibat dalam mempengaruhi dan merubah normal dan nilai
dalam struktur sosial masyarakat.Mereka bisa bekerja dalam berbagai kapasitas,agen
sosial bertindak untuk mempromosikan kesadaran, menggalang dukungan,dan
memobilisasi tindakan kolektif untuk mengatasi masalah sosial atau meningkatkan
kehidupan sosial yang lebih baik.
2.
Peran Utama Dalam Agen Perubahan
a.
Pemimpin
Pemimpin adalah orang yang diberikan
kepercayaan untuk memimpin suatu organisasi maupun kelompok baik formal maupun
informal.Pada dasarnya pemimpin adalah orang atau subjeknya sedangkan
kepemimpinan adalah sifat dari seorang pemimpin itu sendiri.Jadi pemimpin itu
adalah orangnya itu sendiri sedangkan kepemimpinan adalah sifatnya.Setiap pemimpin
mempunyai gaya kepemimpinan yang berbeda-beda.Gaya kepemimpinan masing-masing
pemimpin tidak boleh dibanding-bandingkan karena setiap pemimpin memiliki
pemikiran dan khalayak yang berbeda.
b.
Pemerintahan
Secara umum pemerintahan merupakan
organisasi,badan, lembaga yang memiliki kekuasaan untuk menerapkan hukum serta
undang-undang di wilayah Menurut C.F.Strong Pemerintahan adalah organisasi dalam
mana di letakkan hak untuk melaksanakan kekuasaan Berdaulat atau tertinggi.
c.
Aktivis Masyarakat
Aktivis Masyarakat memainkan peran
penting dalam membangun masyarakat yang adil dan berkelanjutan.Dan memainkan
peran yang sangat penting dalam menciptakan perubahan sosial dengan berbagai
cara baik dari segi sosial, politik maupun ekonomi dalam masyarakat.[1]
3.
Tantangan yang Dihadapi oleh Agen
Perubahan Sosial
a.
Komunikasi yang Efektif.
Komunikasi yang dijalankan antara
seseorang dengan orang lain pada suatu masyarakat atau organisasi lain harus
dengan bahasa yang mudah dipahami guna dapat mencapai tujuan tertentu.Jika saat
berkomunikasi yang dilakukan berjalan dengan efektif maka maka komunikasi akan
terbangun dan begitu pula sebaliknya jika komunikasi tidak dapat berjalan
dengan baik dan tidak bisa dipahami maka itu menjadi suatu tantangan dan
komunikasi tidak dapat berjalan dengan efektif[2].
b.
Manajemen Sumber Daya
Adalah proses perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian sumber daya untuk mencapai tujuan
yang telah ditetapkan.Tujuan manajemen sumber daya adalah untuk memaksimalkan efisiensi
dan efektivitas penggunaan sumber daya Untuk menghadapi tantangan maka perlu
adanya prinsip-prinsip manajemen sumber daya yang efektif.
B.
Perubahan Sosial : Kajian Sosiologi
1.
Kajian sosiologi
Sosiologi merupakan studi mengenai masyarakat
dalam suatu sistem sosial.Didalam sistem sosial tersebut, masyarakat selalu
mengalami perubahan.tidak ada masyarakat yang tidak mengalami perubahan,
walaupun dalam suatu tarap yang paling kecil sekalipun, masyarakat yang
didalamnya terdiri atas banyak individu akan selalu berubah.Perubahan tersebut
dapat berupa perubahan yang paling kecil sampai pada taraf perubahan yang sangat besar yang mampu
memberikan perubahan yang sangat besar pula bagi aktivitas atau perilaku
manusia.Perubahan dapat mencakup aspek yang sempit maupun yang luas.Aspek yang
sempit dapat meliputi aspek perilaku dan pola pikir individu.Aspek yang luas
dapat berupa perubahan dalam tingkat struktur masyarakat yang nantinya dapat
mempengaruhi perkembangan masyarakat dimasa yang akan datang.
Sosiologi adalah pengetahuan atau ilmu
yang mempelajari tentang sifat-sifat
masyarakat,perilaku masyarakat,dengan segala aspek dan
perkembangannya.Sosiologi merupakan cabang ilmu yang sosial yang mempelajari
tentang masyarakat dan pengaruhnya terhadap kehidupan manusia.Sebagai cabang
ilmu,sosiologi di cetuskan pertama kali oleh Imuwan prancis bernama Isidore
August Marie Francois Comte yang selanjutnya di kenal sebagai salah satu bapak
sosiologi.
Sosiologi adalah sebuah istilah yang
berasal dari bahasa latin socius yang artinya teman dan logos dari kata yunani
yang artinya cerita atau berdasarkan cara berfikir ilmiah.Diksi ini pertama
kalinya dikenalkan oleh August Comte dalam bukunya yang berjudul “Cours De
Philosophie Positive”.Dalam buku tersebut Augst Comte menyebutkan ada tiga
tahapan perkembangan intelektual manusia yang disebutnya sebagai hokum tiga
tahap yang masing-masing tahap merupakan perkembangan dari tahap-tahap kejadian
sebelumnya.Tiga tahapan perubahan yang dimaksud adalah berikut ini.
a)
Tahap teologis adalah tingkat pemikiran manusia bahwa benda
didunia mempunyai ruh dan jiwa.dan itu disebabkan oleh sesuatu kekuatan yang
berada diatas alam maunusia.
b)
Tahap metafisis bahwa manusia menganggap disetiap gejala
terdapat kekuatan-kekuatan atau energy tertentu,yang akhirnya akan dapat di
ungkapkan.Oleh karena itu muncul adanya kepercayaan bahwa setiap cita-cita
terkait pada suatu realitas tertentu dan tidak ada usaha untuk menemukan hokum
alam yang seragam.
c)
Tahap positif adalah tahap dimana manusia mulai
berpikir secara ilmiah atau nyata.[3]
Ada beberapa pengertian tentang
perubahan sosial yang di ungkapkan oleh para ahli antara lain sebagai berikut:
a)
Perubahan sosial sebagai suatu variasi dari cara-cara hidup
yang telah diterima,baik karena perubahan-perubahan kondisi
geografis,kebudayaan material,komposisi penduduk,ideology,maupun karena difusi
penemuan-penemuan baru dalam masyarakat.
b)
Perubahan sosial menunjuk pada modifikasi-modifikasi yang terjadi
pada pola kehidupan masyarakat ,dimana modifikasi ini muncul karena sebab
internal maupun eksternal
2.
Faktor Pendorong Dan Penghambat
Perubahan Sosial.
Selain faktor penyebab terjadinya perubahan sosial,juga terdapat
beberapa faktor lain yang mengakibatkan suatu perubahan sosial dapat
berlangsung cepat atau lambat.Faktor yang mempercepat atau memperlancar proses
perubahan sosial disebut faktor pendorong.sedangkan faktor yang memperlambat
proses perubahan sosial berikut ini.Adapun faktor-faktor pendorong proses
perubahan sosial meliputi hal-hal berikut:
a.
Adanya kontak antar budaya
Terjadinya kontak antarbudaya akan menimbulkan difusi, yaitu menyebarnya
unsur-unsur budaya baru dalam masyarakat.difusi dalam masyarakat dipengaruhi
oleh beberapa faktor berikut:
1)
Suatu pengakuan bahwa unsur yang baru tersebut mempunyai
kegunaan atau manfaat bagi masyarakat umum
2)
Ada tidaknya unsur-unsur kebudayaan yang mempengaruhi
sehingga dapat diterima sebagai unsur-unsur kebudayaan baru
3)
Unsur baru yang berlawanan dengan unsur lama yang kemungkinan
tidak diterima
4)
Kedudukan dan peranan sosial dari individu yang menemukan
suatu yang baru 4) tadi akan mempengaruhi apakah hasil penemuannya itu mudah diterima
atau tidak
5)
Pemerintah dan pihak-pihak yang memiliki otoritas dapat
membatasi proses difusi tersebut
b.
Sistem Pendidikan Yang semakin Maju
Pendidikan yang mengajarkan untuk dapat berpikir secara objektif
rasional sehingga memberikan kemampuan untuk menilai apakah kebudayaan
masyarakat akan dapat memenuhi kebutuhan -kebutuhan zaman atau tidak.Dengan
semakin majunya pendidikan masyarakat maka perilaku masyarakat juga akan
mengalami perubahan.Penerapan IPTEK akan semakin nyata dalam segala segi
kehidupan masyarakat.
c.
Sikap Menghargai Hasil Karya seseorang dan keinginan untuk
Maju
Dengan adanya kondisi tersebut maka akan mendorong terjadinya penemuan
baru dalam masyarakat.Dengan demikian,adanya dorongan tersebut akan mempercepat
terjadinya perubahan sosial dalam kehidupan masyarakat
d.
Toleransi masyarakat terhadap perbuatan-perbuatan yang
Menyimpang
Toleransi
atau pembicaraan terhadap penyimpangan-penyimpangan perilaku dalam masyarakat.Akan mengakibatkan berbagai
penguantan terhadap kebiasaan baru
Faktor-faktor Penghambat Perubahan
Sosial yaitu:
a.
Kurangnya kesadaran dan pendidikan
Banyaknya dari masyarakat yang tidak peduli dengan pendidikan,asal
bisa mencari uang untuk apa sekolah dan akses pendidikan yang kurang memadai
adalah faktor penghambat dari perubahan sosial[4].
b.
Kurangnya dukungan dari pemerintah dan pemimpin
Kurangnya dukungan menyebabkan hambatan dalam perubahan
sosial sehingga sulit untuk menjalankan aktivitas-aktivitas lainnya.
3.
Keterlibatan dan Aksi Sosial
Aksi Sosial dapat dipahami sebagai
bentuk dari upaya perubahan bentuk lingkup komunitas atau kelompok Untuk memahami
tahap-tahap perkembangan kemunculan gerakan sosial dapat dipahami dari tahap dari
tahapan yang dikemukakan oleh Ryan yang mengidentifikasi 4 tingkat dari aksi
sosial yang menunjukkan dinamika dan proses gerakan sosial yakni.
a)
Incipien Stage
Pada
situasi aksi sosial harus lah ada tipe dari tekanan struktur atau kondisi yang
tidak memuaskan dialami oleh individu.
b)
Popular Stage
Pada
tingkat selanjutnya berkembang sejumlah orang untuk saling mengenal dan membagi
perasaan antara satu dari yang lain.
c)
Organizational Stage
Pada ini terjadi klarifikasi tujuan dan
mobilisasi aksi . kelompok formal dan organisasi yang lebih kompleks akan
muncul
d)
Institusional Stage
Fase
Terakhir ini muncul bila gerakan yang penuh kesuksesan di integrasikan dalam sejumlah
struktur sosial dari masyarakat.
b.
masyarakat dalam
perubahan social
Partisipasi masyarakat sangat penting
dalam perubahan sosial karena mereka memiliki pengetahuan lokal dan pengalaman Dalam
konteks sosiologi pada teori evolusi sosial, bahwa semua masyarakat melakukan
sebuah jalan atau tujuan yang seragam dan menempuh jalan initersebut yang
seragam pula untuk mencapai suatu tujuan kehidupan ini.
4.
Interaksi dan Budaya Sosial
Nilai merupakan ide ide tentang apa yang
baik, benar dan adil.Nilai, sebagai salah satu unsur dasar pembentukan orientasi
budaya yang melibatkan nilai konsep budaya yang menganggap sesuatu sebagai baik
atau buruk, benar atau salah adil atau tidak adil.Meskipun nilai tidak selalu
menggambarkan perilaku dalam suatu budaya, namun nilai dapat menjelaskan untuk
apa sesuatu itu kita lakukan.Dan nilai juga menjelaskan tentang perubahan
sosial yang dilakukan masyarakat.Norma dan nilai tidak dapat dipisahkan dimna
norma merupakan dalam kehidupan masyarakat memiliki kekuatan mengikat yang
berbeda beda
Perubahan dalam budaya dan interaksi social
Sifat kebudayaan dikatakan dinamis karena kebudayaan selalu berkembang dan
berubah -ubah dari masa ke masa.Dan kebudayaan itu sendiri merupakan hasil dari
proses yang dipelajari manusia melalui proses belajar.Kebudayaan merupakan sebagai
suatu yang nyata.berkembang kepada nilai,yaitu menyaring kepada hal-hal yang
sangat berharga dan bermutu dari kebiasaan atau tradisi dan tingkat selanjutnya
meningkat menjadi norma yaitu hal yang ideal yang harus dilakukan.Oleh karena
itu sifatnya demikian,maka kebudayaan itu selain bersifat dinamis juga bersifat
relatif antar budaya yang satu dengan budaya yang lainnya.
Kebudayaan merupakan sifat adaptasional yang
diwakili oleh Marvin Harris (1986),Rappaport (1967),Andrew P,Vayda (1968),dan
Lesli White (1930),serta shalins
(1961),mengemukakan 4 asumsi teoritis tentang kebudayaan:
1)
Kebudayaan adalah sistem dari pola perilaku yang disalurkan
secara sosial, yang berguna untuk menghubungkan masyarakat manusia dengan
hubungan ekologis.
2)
Perubahan kebudayaan pada dasarnya merupakan proses adaptasi dalam
kaitannya dengan proses perubahan ekologis
3)
Teknologi, kegiatan-kegiatan ekonomi dan organisasi sosial yang
berhubungan langsung dengan proses produksi merupakan unsur- unsur kebudayaan yang
paling adaptif baik disebabkan oleh faktor eksternal maupun internal
Interaksi sosial merupakan proses timbal
balik dimana suatu kelompok dipengaruhi tingkah laku orang lain melalui kontak.Kontak
berupa kontak fisik maupun kontak tidak Manusia berinteraksi dengan sesamanya
untuk memenuhi kebutuhan hidupnya,baik itu kebutuhan yang bersifat jasmanimaupun
rohani yang bersifat material maupun non material.Interaksi sosial sama dengan
kebudayaan yang memiliki sifat dinamis yang menyangkut antara orang perorangan
maupun antara kelompok manusia.Masing-masing sadar akan adanya pihak lain yang
menyebabkan perubahan -perubahan dalam perasaan maupun Syaraf orang -orang yang
bersangkutan.
C.
Pembentukan Umat Islam Dalam Menghadapi
Perubahan Sosial
1.
Nilai-nilai Islam Dalam Perubahan Sosial
a.
Tauhid
Islam
menganjurkan perlu adanya mengubah masyarakat sesuai dengan nilai-nilai dan
hukum syariat Islam.Namun poin dasar yang menegaskan bahwa perubahan sosial
dapat dirujuk ke landasan fundamental sebagai inti dari ajaran Islam.Yaitu
tauhid yang mengajarkan bahwa tidak ada tuhan selain Allah untuk disembah dan
Allah lah yang maha mengetahui tentang segala sesuatu yang terjadi didalam
semesta ini.Dan mengetahui apa yang berguna bagi hambanya dan apa yang berbahaya.
b.
Keadilan Sosial
Keadilan
Sosial adalah keadilan yang berhubungan dengan pembagian nikmat dan beban dari
suatu kerja sama sosial.Bahwa keadilan sosial bukan hanya sekedar masalah
distribusi ekonomi saja akan tetapi jauh lebih luas mencakup keseluruhan dimensi
moral dalam penataan politik, ekonomi dan semua aspek kemasyarakatan yang lain.
c.
Solidaritas
Merupakan
gambaran dan prinsip sebuah persatuan, kebersamaan dan saling mendukung antara
individu dengan individu lainnya mencakup kesediaan berbagai nilai-nilai,
tujuan dan kepentingan bersama serta bertindak bersama untuk mencapai tujuan
tersebut.Dalam konteks sosial solidaritas mengacu pada kekuatan yang timbul dari
hubungan saling bergantung antara anggota Solidaritas menekankan pentingnya persatuan
dan saling menghargai dalam menjalin hubungan sosial.
2.
Tindakan Umat Islam Dalam Menghadapi Perubahan Sosial
a.
Pendidikan
Melalui
pendidikan manusia berharap nilai-nilai kemanusiaan bukan hanya sekedar
diwariskan melainkan menginternalisasi dalam watak. Kebutuhan akan pendidikan
menjadi satu hal yang tidak terelakkan pada setiap pase sejarah Pendidikan juga
melakukan pengembangan terhadap setiap dimensi manusia.Pengembangan dikatakan
utuh jika dimensi dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dan utuh.
b.
Dakwah
Upaya
dalam menyebarkan dan mengajak kepada agama islam atau nilai-nilai moral dengan
tujuan menciptakan perubahan positif dalam masyarakat.Ini melibatkan penggunaan
dakwah sebagai alat untuk merubah dan mempengaruhi tatanan kehidupan sosial,
kebijakan publik dan perilaku manusia agar sesuai dengan prinsip-prinsip ajaran
agama.
3.
Tantangan Umat Islam Dalam Menghadapi Perubahan Sosial
a.
Kesenjangan Ekonomi
Kesenjangan
berarti tidak seimbang atau berbeda, kesenjangan ekonomi dikatakan Sebagai
tingkat pertumbuhan sosial ekonomi yang tidak merata yang terjadi dalam
masyarakat hal ini disebabkan karena perbedaan untuk memperoleh sumber
pendapatan.Semangkin besar untuk memperoleh sumber pendapatan semangkin besar
pula kesenjangan yang terjadi.
b.
Konflik dan Ketegangan Sosial
Konflik
dan Ketegangan sosial merujuk pada Situasi dimana tidak ada kesepakatan atau
ketegangan yang terjadi diantara individu atau kelompok.konflik sosial bisa
muncul dari berbagai sumber Seperti perbedaan pendapat, nilai-nilai, etnis dan
sebagainya.
c.
Globalisasi dan Modernisasi
Dampak
dari keduanya sering kali memicu pada dampak negatif didalam perubahan sosial
masyarakat Ada keprihatinan tentang ketidak setaraan global yang mengacu pada
hilangnya identitas budaya lokal serta tantangan sosial yang dihadapi oleh umat
Islam.
d.
Pengaruh Media dan Teknologi
Meskipun
media dan teknologi banyak membawa manfaat dan dampak positif tetapi juga
banyak membawa dampak negatif bagi umat islam yang menjadi suatu tantangan
seperti penyebaran berita yang tidak benar tentang ajaran umat Islam[5].
4.
Metode Umat Islam Dalam Menghadapi Perubahan Sosial
a.
Tafsir Al-Qur’an dan Hadits
Metode
keduanya memiliki peran penting bagi perubahan sosial umat Islam dalam
menghadapi tantangan zaman memahami ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits dan
menerapkannya dalam konteks sosial dapat melawan ketidakadilan sosial
ketimpangan sosial dan lain sebagainya.
b.
Ijtihad
Merupakan sumber syariat Islam dimana
didalamnya menggunakan metode akal atau pertimbangan yang sesuai dengan syariat
Islam,maka umat Islam dapat menggunakannya untuk landasan dalam mengambil
keputusan untuk menghadapi tantangan perubahan sosial.
PENUTUP
A.
Agen-agen Perubahan Sosial
1)
Pemimpin
2)
Pemerintah
3)
Aktivis Masyarakat
B.
Perbahan Sosial ; Kajian Sosiologi
1)
Faktor pendorong dan penghambat dalam perubahan sosial
2)
Keterlibatan dalam aksi sosial
3)
Interaksi dan budaya dalam masyarakat.
C.
Pembentukan Umat Islam dalam Menghadapi Perubahan Sosial
1)
Nilai-nilai islam dalam menghadapi perubahan sosial
2)
Tindakan umat islam dalam menghadapi perubahan sosial
3)
Metode umat islam dalam menghadapi perubahan sosial
DAFTAR PUSTAKA
Moch Tolchah,2015, Dinamika Pendidikan
Islam,Yogyakarta:Pelangi Aksara.
Hendrizal,dkk,2020, Mozaik Gagasan untuk
Pendidikan Indonesia,Yogyakarta:Samudra Biru
Bur Rasuanto,2005, Keadilan Sosial,Jakarta:PT
Gramedia Pustaka.
Dian Pratama,2021,Konsep Kepemimpinan
(Belajar Menjadi Pemimpin), Jakarta:Guemedia.
Asriwati,2021, Strategi Komunikasi yang
Efektif,Banda Aceh:Syiah Kuala Press.
[1] Dian Pratama,Konsep Kepemimpinan (Belajar
Menjadi Pemimpin),(Jakarta:Guemedia,2021),hlm.9.
[2] Asriwati,Strategi Komunikasi yang
Efektif,(Banda Aceh:Syiah Kuala Press,2021),hlm.6.
[3] Bur Rasuanto,Keadilan Sosial,(Jakarta:PT
Gramedia Pustaka,2005),hlm.45.
[4] Hendrizal,dkk,Mozaik Gagasan untuk
Pendidikan Indonesia, (Yogyakarta:Samudra Biru,2020),hlm.36.
[5] Moch Tolchah,Dinamika Pendidikan
Islam,(Yogyakarta:Pelangi Aksara,2015),hlm.235.

0 Komentar