A. Syekh Abdul Qodir bin Shabir Al-Mandily
Syekh Abdul Qadir Al-Mandily yang berasal dari Hutasiantar lahir pada tahun 1862. Nama gadisnya
adalah Abdul Kadir Nasution, kemudian dikenal sebagai Syekh Abdul Qadir Al-Mandily.
Ulama ini menunaikan haji pada usia 14 tahun sekitar
tahun 1880. Ia berangkat ke Tanah Suci Mekkah
atas undangan Haji Muhammad Syarif,
putra Sutan Kumala
yang diperintah oleh Hutasiantar.
Setelah menunaikan ibadah haji, Haji Muhammad Syarif kembali ke Hutasiantar dan Abdul Qadir Al- Mandily
tinggal di Makkah untuk menuntut
ilmu,
beliau tinggal di rumah H Musa yang juga berasal dari Hutasiantar.
Kiprah Syekh Abdul Qadil Al-Mandily di Masjidil Haram sangat luar biasa, antara lain sebagai imam besar di Masjidil Haram dan guru bagi banyak ulama Indonesia
yang pernah menuntut
ilmu di Masjidil Haram.
Anaknya adalah seorang ulama terkenal di kalangan masyarakat Mandailing Godang. Keduanya adalah Syekh Ja'far Abdul Kadir yang lahir di Makkah dan adiknya, Syekh Ya'qub Abdul Kadir.
Ulama besar Syekh Abdul Qadir Al-Mandily memiliki tiga istri yang berasal dari
Hutasiantar. Istri pertama melahirkan
tiga orang putra dan seorang putri, yaitu:
Syekh Ja'far Abdul Kadir, Hajjah Zainab, Syekh
Muahmmad Ya'qub Abdul Kadir dan Abdus Salam. Istri kedua melahirkan anak tunggal, Abdul Hamid. Istri ketiga
melahirkan dua putri dan satu putra: Hj. Rahma, Hj. Halimah dan Taisir.
Syekh Abdul Qadir bin Sobir Al-Mandiliy, sebagai Pimpinan Madarasah Darul Ulum Makkah,
di antara muridnya
yang menjadi ulama Tabagsel, yakni:
1.
Syekh Ahmad Zein (1846-1950)
2. Syekh Ilyas (asal Sabajior,
Panyabungan, pernah menjadi
guru pesantren Subulussalam Sayurmaincat Kotanopan sekitar
tahun 1929-1930)
3.
Syekh Junaid Thala
4. Syekh Mustafa Husein (1886-1955)
5. Syekh Abdul Halim bin Ahmad Khattib Al- Mandiliy (Tuan Naposo)
6. Syekh Syamsuddin bin Abdurrahim al- Mandiliy (1912-1991)
7. Syekh Ja'far Abdul Wahab (Pak Mosir, menantu Syekh Mustafa)
8. Syekh Ja'far Abdul Kadir Bin Syekh Abdul Qadir (1894-1958)
9. Syekh Muhammad Ya'qub bin Abdul Qadir Al-Mandiliy
10. Syekh Abdul Wahab, Muaramais (1914-1991)
11. Syekh Muhammad Solih, Sigalapang Julu (1912-2002)
12. Syekh Zainuddin, Panyabungan Jae (1917- 2005)
13. Syekh Sulaiman bin Syihabuddin
14. Haji Muktar Harahap, Padang Bolak (1900- 1948)
15. Syekh Ahmad Daud Siregar, Tuan Nabundong (lahir, 1891)
Buku-buku karyanya yang disusun antara lain: 1) Kitab Faturrohman (Ilmu Tauhid), 2) Kitab I'rob Jurmiyah. Sheikh Abdul Qadir Al-Mandily meninggal
dan dimakamkan di Makkah sekitar
tahun 1930.

0 Komentar